MAKALAH
TEKNIK KOMUNIKASI
EFEK
KOMUNIKASI MASSA : TERHADAP INDIVIDU, MASYARAKAT SOSIAL, DAN KEBUDAYAAN
Makalah
ini Disusun untuk Memenuhi Mata Kuliah Teknik Komunikasi yang
Diampu
Oleh : Bp Soleh Amini Yahman
Oleh
:
Anisah
Khusnul Khotimah F100150017
Hanna Syahidah F100150023
Ummu Azka Amalina
F100150100
JURUSAN PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2017
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakaatuh
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rahmat
dan hidayah-Nya, kesempatan dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Efek Komunikasi Massa” . Shalawat
serta salam selalu tercurah kepada suri tauladan kita, panutan dalam hidup
kita, Nabi Besar Muhammad SAW, semoga termasuk kita semua. Aamiin. Tidak lupa
penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penulisan makalah ini sehingga makalah ini dapat selesai dengan baik dan tepat
waktu.
Penyusunan makalah ini bertujuan
untuk memenuhi salah satu tugas
semester tiga pada mata kuliah Teknik Komunikasi dan juga untuk menambah pengetahuan
tentang Komunikasi Massa yakni definisi, efek komunikasi massa terhadap
individu, masyarakat, dan kebudayaan dan bagaimana komunikasi massa dapat
mempengaruhi individu, masyarakat, dan budaya. Dalam makalah ini akan dibahas
lebih lanjut mengenai Efek Komunikasi Massa.
Jika dalam pembahasan makalah ini pembaca menemukan
kesalahan penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Penulis
berharap semoga makalah ini dapat membantu untuk mengetahui seputar Komunikasi
Massa khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca semua, serta dapat menambah hasanah keilmuan kita.
Wassalamu
alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
Surakarta,
17 Januari 2017
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR............................................................................................................... i
DAFTAR ISI
.......................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
belakang ................................................................................................... 1
B. Rumusan
masalah ............................................................................................. 2
C. Tujuan penelitian
............................................................................................. 2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian
Komunikasi Massa........................................................................ 3
2.2. Efek Komunikasi Massa
.................................................................................
4
a. Terhadap Individu ................................................................................
4
b. Terhadap Masyarakat ...........................................................................
4
c. Terhadap Kebudayaan..........................................................................
5
BAB
III PENUPTUP
a.
KESIMPULAN........................................................................................................... 9
b. SARAN..................................................................................................................... 9
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Perkembangan teknologi semakin
pesat seiring dengan kebutuhan manusia yang semakin meningkat. Jika menengok
kembali ke belakang, ketika sarana komunikasi belum secanggih masa kini, ingin
berkomunikasi dengan seseorang yang berbeda daerah, harus melalui surat
terlebih dahulu, dengan prosedur yang cukup lama.
Seiring juga dengan berkembangnya
zaman informasi pun lebih mudah diakses hanya dengan sekali klik, informasi
dari belahan dunia utara bisa sampai ke belahan dunia selatan dalam hitungan
beberapa detik saja. Tidak perlu mengunjungi suatu daerah hanya karena ingin
mengenal kota tersebut. Komunikasi massa yang identik dengan media massa
semakin mudah dilakukan dengan sarana, sosial media, yang mendukung dan
sajiannya yang semakin memenuhi kebutuhan para pengguna jejaring sosial.
Informasi dapat diakses dimanapun dan kapanpun seseorang membutuhkannya.
Abad ini disebut abad komunikasi
massa. Dimana komunikasi telah mencapai suatu tingkat dimana orang mampu
berbicara dengan jutaan manusia secara serentak dan serempak. Teknologi
komunikasi mutakhir telah menciptakan apa yang disebut publik dunia atau Weltoffentlichkeit ” (Dofivat, 1967)
Tsunami di Aceh, pernikahan Pangeran
William dengan rakyat biasa yang bukan keturunan kerajaan, negeri Suriah yang
penuh darah oleh tangan-tangan yang tidak berperikemanusiaan, dan sebagainya
dapat disaksikan di seluruh pelosok negeri. Bersamaan dengan perkembangan
teknlogi komunikasi ini, meningkkat pula kecemasan tentang efek, baik ataupun
buruk, media massa terhadap khalayak baik individu, masyarakat ataupun budaya.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa
pengertian komunikasi massa?
2. Apa
efek yang timbul dari komunikasi massa terhadap individu, masyarakat, dan
kebudayaan?
3. Bagaimana
komunikasi massa dapat mempengaruhi individu, masyarakat, dan budaya?
C. Tujuan
1. Menjelaskan
lebih dalam tentang komunikasi massa
2. Menjelaskan
efek baik dan buruk komunikasi massa yang meliputi :
a. Efek
terhadap individu
b. Efek
terhadap masyarakat
c. Efek
terhadap kebudayaan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Komunikasi Massa
Banyak definisi komunikasi massa yang
dikemukakan oleh para ahli. Banyak ragam dan titik tekan yang dikemukakannya.
Namun, dari sekian banyak definisi itu ada benang merah kesamaan definisi satu
sama lain. Gerbner (1967) mendefinisikan komunikasi massa sebagai produksi dan
distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang
kontinyu serta paling luas memiliki orang dalam masyarakat industry, “Mass communication is the technologically
and institutionally based production and distribution of the most broadly
shared continuous flow of messages in industrial societies” (Rakhmat, 2001)
Bittner dalam bukunya Mass Communication: An Introduction menyatakan
bahwa komunikasi massa adalah pesan-pesan yang dikomunikasikan melalui media
massa pada sejumlah orang.(Gama, 2010)
Defleur dan McQuail menjelaskan
komunikasi massa berupa suatu proses dimana komunikator menggunakan media untuk
menyebarluaskan pesan-pesan secara luas dan terus-menerus dan menciptakan makna
serta diharapkan dapat mempengaruhi khalayak yang besar dan beragam dengan
melalui berbagai cara.
Melihat beberapa pengertian di atas, dapat
disimpulkan komunikasi massa adalah pesan yang yang disampaikan oleh
komunikator melalui media massa cetak ataupun elektronik dengan cepat dan
diharapkan dapat mempengaruhi khalayak umum. Sehingga tidak dapat dipungkiri
komunikasi massa ini akan memberikan efek yang cukup signifikan melalui serangkaian
faktor-faktor perantara, termasuk proses selektif (persepsi, selektif, terpaan
selektif, dan ingatan selektif, dan proses kelompok, norma kelompok, dan
kepemimpinan opini).
Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya
‘Psikologi Komunikasi’ mengatakan, “Umumnya kita lebih tertarik bukan kepada
apa yang kita lakukan pada media, tetapi kepada apa yang dilakukan media pada
kita. Kita ingin tahu bukan untuk apa kita membaca surat kabar atau menonton
televisi, tetapi bagaimana surat kabar dan televisi menambah pengetahuan,
mengubah sikap, atau mengerakkan perilaku kita. Inilah yang disebut sebagai
efek komunikasi massa (Rakhmat, 2001:217).
B. Efek
Komunikasi Massa
Komunikasi massa yang identik dengan
denga media massa modern sudah sangat popular di banyak lapisan masyarakat. Penggunaan
media sosial sebagai sarana komunikasi sosial pun tak terbatas hanya sebagian
kalangan. Sehingga, sangat mungkin dalam prosesnya menimbulkan efek kepada
penggunanya.
Menurut McLuhan, “The medium is the message”. Medium adalah pesan, Ia menolak pengaruh
isi pesan. Menurutnya, yang mempengaruhi bukan apa yang disampaikan media,
tetapi jenis media komunikasi yang dipergunakan, apakah inter personal, media
cetak, atau televisi. (Gama, 2010)
Efek komunikasi massa dapat dilihat
terhadap berbagai aspek, baik individu, masyarakat sosial, atupun budaya.
Setiap aspek mempunyai efek atau dampak yang berbeda-beda baik positif ataupun
negatif selama proses penerimaannya.
1. Terhadap
Individu
Menurut
Steven A. Chafee, komunikasi massa memiliki efek terhadap individu, seperti :
a. Efek
ekonomis : menyediakan pekerjaan, menggerakkan ekonomi
b. Efek
sosial : menunjukkan status (contoh: terkadang seseorang dinilai dari media
massa yang ia baca, seperi surat kabar Solopos memiliki pembaca berbeda
dibandingkan dengan pembaca surat kabar Republika)
c. Efek
penjadwalan kegiatan (terkait pengaruh terhadap kebiasaan sehari-hari)
d. Efek
penyaluran / penghilang perasaan (media massa dapat menjadi sebuah sarana
pelarian dari rasa penat dan stress)
e. Efek
perasaan terhadap jenis media(Rakhmat, 2001)
2. Terhadap
Masyarakat Sosial
Efek
ini berkaitan erat dengan karakter yang dimiliki seseorang. Masyarakat akan
menilai berdasarkan pembawaan, interaksi, serta cara berfikir seseorang sesuai
dengan apa yang ditunjukkan oleh media. Media massa secara tidak langsung akan
mengajak masyarakat untuk memberikan penilaian yang sama terhadap seseorang
berdasarkan penilaian dari media massa itu sendiri atau mempengaruhi opini
masyarakat dalam menilai suatu hal.
Sebagai
contoh, kampanye-kampanye yang dilakukan lewat media massa mampu memberikan
efek-efek penting terhadap perilaku dan sikap indivividu atau kelompok.
Mendelshon menerangkan tiga proyek yang diikutinya dalam mengukur seberapa
besar efek media massa terhadap perilaku dan sikap individu atau kelompok
melalui kampanye-kampanye lewat media massa, salah satunya menyebutkan bahwa,
kampanye lewat film pendek tentang kebiasaan minum-minuman keras dalam
hubungannya dengan keselamatan mengemudi, mampu mengubah kebiasaan minum
sebagian penontonnya sebanyak 3%.(Gama, 2010)
Efek
yang lebih besar dapat dilihat dari aksi massa besar-besaran pada Bela Islam
411 dan 212 yang menuntut keadilan proses hokum terhadap kasus penistaan agama
yang dilakukan oleh calon bupati Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta Basuki
Tjahaja Purnama atau biasa disebut Ahok, yang sampai saat ini masih dibicarakan.
Lautan massa yang memenuhi bundaran Hotel Indonesia (HI) sampai Monas ini
dipicu oleh beredarnya video singkat melalui akun salah satu warga yang
menayangkan pidato Ahok ketika melakukan kampanye di Kepulauan Seribu pada 27
September lalu.
3. Terhadap
Kebudayaan
Kerap
kali hal yang ditampilkan dalam media, baik media cetak, media elektronik,
maupun media digital akan berbeda bagi setiap kebudayaan yang dianut oleh
masing-masing daerah. Misalnya saja mengenai kuliner. Ciri khas kuliner di
masing-masing negara tentu berbeda, namun ketika media massa menayangkannya,,
hal tersebut akan mempengaruhi selera makan dan minum di daerah lain.
Melvin
De Flour pengembang teori norma-norma budaya (the cultural norms theory) menyebutkan bahwa media massa melalui
penyajiannya yang selektif dan menekankan pada tema-tema tertentu mampu
menciptakan impresi dikalangan audiensi, dimana norma-norma budaya umum
mengenai topik-topik yang ditekankan, disusun dan diidentifikasikan dengan
cara-cara tertentu. (Gama, 2010)
Menurut
teorinya, media massa dalam menyampaikan informasi dengan cara-cara tertentu
dapat menimbulkan kesan yang oleh khalayak disesuaikan dengan norma-norma dan
nilai-nilai budayanya.
Efek
media massa terhadap budaya suatu kelompok masyarakat bisa positif ataupun
negatif. Efek positifnya bisa dilihat dari pesan-pesan budaya yang disampaikan
media massa dapat memperkuat budaya yang ada, dengan memberikan lahan pada
suatu budaya untuk berapresiasi sehingga budaya yang awalnya sudah mulai luntur
menjadi hidup kembali. sebagai contoh, pertunjukan seni seperti wayang golek,
wayang kulit, ataupun peragaan busana adat yang ditayangkan televisi terbukti
telah memberi tempat untuk dapat diapresiasi masyarakat.
Selain
itu, media massa menciptakan pola baru tetapi tidak menghilangkan esensi dari
budaya itu sendiri, misalnya kain batik yang menjadi ciri khas atau julukan
kota Pekalongan kini diperkenalkan melalui peragaan busana dengan model yang
berbeda-beda tanpa merubah ciri khasnya.
Akan
tetapi, seiring berjalannya waktu,efek negatif media massa pun sangat bisa
dirasakan. Tontonan-tontonan televisi yang semakin merusak, informasi-informasi
lewat media massa yang semakin tak bisa dibendung berakibat pada lunturnya
budaya negeri yang ada. Di Indonesia sendiri, maraknya free sex (pergaulan bebas) dikalangan remaja bahkan anak-anak, budaya
hedonis yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan
utama dalam hidup, ideologi Pancasila yang sudah mulai luntur dengan
ideologi-ideologi yang tak sejalan, dan masih banyak lagi efek negatif dari
media massa terhadap budaya bangsa.
Paul
Lazarfeld dan Robert K Merton mengemukakan empat sumber utama kekhawatiran
masyarakat terhadap media massa, yaitu:
1. Sifat
media massa yang mampu hadir dimana saja (Ubiquity)
serta kekuatannya yang potensial untuk memanipulasi dengan tujuan-tujuan
tertentu.
2. Dominasi
kepentingan ekonomi dari pemilik modal untuk menguasai media massa sehingga
dapat mengendalikan khalayak umum.
3. Media
massa dengan jangkauan yang besar dan luas dapat membawa khalayaknya pada cita
rasa estetis dan standar budaya popular yang rendah.
4. Media
massa dapat menghilangkan jerih payah kesuksesan sosial para pembaharu di masa
lalu.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan
bahwa :
1. Pengertian
Komunikasi Massa adalah pesan yang yang
disampaikan oleh komunikator melalui media massa cetak ataupun elektronik
dengan cepat dan diharapkan dapat mempengaruhi khalayak umum.
2. Efek
Komunikasi Massa meliputi tiga macam yaitu : terhadap individu,terhadap
masyarakat social dan terhadap kebudayaan.
3. Komunikasi
massa yang identik dengan denga media massa modern sudah sangat popular di
banyak lapisan masyarakat. Penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi
sosial pun tak terbatas hanya sebagian kalangan. Sehingga, sangat mungkin dalam
prosesnya dapat mempengaruhi terhadap individu, masyarakat dan budaya.
B. Saran
Demikian persembahan makalah dari
penulis, penulis sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mempersembahkan yang
terbaik, semoga makalah ini bermanfaat
bagi pembaca dalam memahami materi Efek Komunikasi Massa, sehingga akan lebih
berhati- hati dan selektif dalam menerima dan menggunakan Komunikasi Massa.
DAFTAR PUSTAKA
Gama, B. (2010). Pengantar Ilmu Komunikasi.
Surakarta: CV. Lintang Transmedia.
Nurudin. (2015). Pengantar
Komunikasi Massa. Jakarta: Rajawali Pers.
Rakhmat, J. (2001). Psikologi
Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Setiaman, A. (2008,
November). Teori Efek Komunikasi Massa dari Melvin De Fleur. Retrieved
from Wordpress.com: https://agussetiaman.wordpress.com
UCEO. (2016, April). Komunikasi
Massa dan Efek Komunikasi Massa. Retrieved from ciputrauceo.net:
http://ciputrauceo.net
Wikipedia. (2016,
September). Komunikasi Massa. Retrieved from wikipedia.org:
https://id.m.wikipedia.org
Tidak ada komentar:
Posting Komentar