Selasa, 17 Januari 2017

Efek Komunikasi Massa



MAKALAH
TEKNIK KOMUNIKASI
EFEK KOMUNIKASI MASSA : TERHADAP INDIVIDU, MASYARAKAT SOSIAL, DAN KEBUDAYAAN
Makalah ini Disusun untuk Memenuhi Mata Kuliah Teknik Komunikasi yang
Diampu Oleh : Bp Soleh Amini Yahman









Oleh :
Anisah Khusnul Khotimah                                          F100150017
Hanna Syahidah                                                         F100150023
                              Ummu Azka Amalina                                                  F100150100




JURUSAN PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2017



















KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, kesempatan dan kesehatan sehingga penulis dapat  menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Efek Komunikasi Massa” . Shalawat serta salam selalu tercurah kepada suri tauladan kita, panutan dalam hidup kita, Nabi Besar Muhammad SAW, semoga termasuk kita semua. Aamiin. Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini sehingga makalah ini dapat selesai dengan baik dan tepat waktu.
Penyusunan makalah ini  bertujuan   untuk memenuhi salah satu tugas semester tiga pada mata kuliah Teknik Komunikasi dan juga untuk menambah pengetahuan tentang Komunikasi Massa yakni definisi, efek komunikasi massa terhadap individu, masyarakat, dan kebudayaan dan bagaimana komunikasi massa dapat mempengaruhi individu, masyarakat, dan budaya. Dalam makalah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai Efek Komunikasi Massa.
Jika dalam pembahasan makalah ini pembaca menemukan kesalahan penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Penulis berharap semoga makalah ini dapat membantu untuk mengetahui seputar Komunikasi Massa khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca semua, serta  dapat menambah hasanah keilmuan kita.
Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
                                                                                               
                                                                                                Surakarta, 17 Januari 2017
                                                                                                           
Penulis






           
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................................... i
DAFTAR ISI .......................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang ................................................................................................... 1
B. Rumusan masalah .............................................................................................  2
 C. Tujuan penelitian .............................................................................................  2
BAB II  PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Komunikasi Massa........................................................................  3
 2.2. Efek Komunikasi Massa .................................................................................  4
a. Terhadap Individu  ................................................................................ 4
b. Terhadap Masyarakat ........................................................................... 4
c.  Terhadap Kebudayaan.......................................................................... 5
  BAB III  PENUPTUP
a.       KESIMPULAN........................................................................................................... 9
b.      SARAN..................................................................................................................... 9








BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Perkembangan teknologi semakin pesat seiring dengan kebutuhan manusia yang semakin meningkat. Jika menengok kembali ke belakang, ketika sarana komunikasi belum secanggih masa kini, ingin berkomunikasi dengan seseorang yang berbeda daerah, harus melalui surat terlebih dahulu, dengan prosedur yang cukup lama.
Seiring juga dengan berkembangnya zaman informasi pun lebih mudah diakses hanya dengan sekali klik, informasi dari belahan dunia utara bisa sampai ke belahan dunia selatan dalam hitungan beberapa detik saja. Tidak perlu mengunjungi suatu daerah hanya karena ingin mengenal kota tersebut. Komunikasi massa yang identik dengan media massa semakin mudah dilakukan dengan sarana, sosial media, yang mendukung dan sajiannya yang semakin memenuhi kebutuhan para pengguna jejaring sosial. Informasi dapat diakses dimanapun dan kapanpun seseorang membutuhkannya.
Abad ini disebut abad komunikasi massa. Dimana komunikasi telah mencapai suatu tingkat dimana orang mampu berbicara dengan jutaan manusia secara serentak dan serempak. Teknologi komunikasi mutakhir telah menciptakan apa yang disebut publik dunia atau Weltoffentlichkeit ” (Dofivat, 1967)
Tsunami di Aceh, pernikahan Pangeran William dengan rakyat biasa yang bukan keturunan kerajaan, negeri Suriah yang penuh darah oleh tangan-tangan yang tidak berperikemanusiaan, dan sebagainya dapat disaksikan di seluruh pelosok negeri. Bersamaan dengan perkembangan teknlogi komunikasi ini, meningkkat pula kecemasan tentang efek, baik ataupun buruk, media massa terhadap khalayak baik individu, masyarakat ataupun budaya.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian komunikasi massa?
2.      Apa efek yang timbul dari komunikasi massa terhadap individu, masyarakat, dan kebudayaan?
3.      Bagaimana komunikasi massa dapat mempengaruhi individu, masyarakat, dan budaya?
C.     Tujuan
1.      Menjelaskan lebih dalam tentang komunikasi massa
2.      Menjelaskan efek baik dan buruk komunikasi massa yang meliputi :
a.       Efek terhadap individu
b.      Efek terhadap masyarakat
c.       Efek terhadap kebudayaan













BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Komunikasi Massa
Banyak definisi komunikasi massa yang dikemukakan oleh para ahli. Banyak ragam dan titik tekan yang dikemukakannya. Namun, dari sekian banyak definisi itu ada benang merah kesamaan definisi satu sama lain. Gerbner (1967) mendefinisikan komunikasi massa sebagai produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas memiliki orang dalam masyarakat industry, “Mass communication is the technologically and institutionally based production and distribution of the most broadly shared continuous flow of messages in industrial societies(Rakhmat, 2001)
Bittner dalam bukunya Mass Communication: An Introduction menyatakan bahwa komunikasi massa adalah pesan-pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah orang.(Gama, 2010)
Defleur dan McQuail menjelaskan komunikasi massa berupa suatu proses dimana komunikator menggunakan media untuk menyebarluaskan pesan-pesan secara luas dan terus-menerus dan menciptakan makna serta diharapkan dapat mempengaruhi khalayak yang besar dan beragam dengan melalui berbagai cara.
Melihat beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan komunikasi massa adalah pesan yang yang disampaikan oleh komunikator melalui media massa cetak ataupun elektronik dengan cepat dan diharapkan dapat mempengaruhi khalayak umum. Sehingga tidak dapat dipungkiri komunikasi massa ini akan memberikan efek yang cukup signifikan melalui serangkaian faktor-faktor perantara, termasuk proses selektif (persepsi, selektif, terpaan selektif, dan ingatan selektif, dan proses kelompok, norma kelompok, dan kepemimpinan opini).
Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya ‘Psikologi Komunikasi’ mengatakan, “Umumnya kita lebih tertarik bukan kepada apa yang kita lakukan pada media, tetapi kepada apa yang dilakukan media pada kita. Kita ingin tahu bukan untuk apa kita membaca surat kabar atau menonton televisi, tetapi bagaimana surat kabar dan televisi menambah pengetahuan, mengubah sikap, atau mengerakkan perilaku kita. Inilah yang disebut sebagai efek komunikasi massa (Rakhmat, 2001:217).
B.     Efek Komunikasi Massa
Komunikasi massa yang identik dengan denga media massa modern sudah sangat popular di banyak lapisan masyarakat. Penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi sosial pun tak terbatas hanya sebagian kalangan. Sehingga, sangat mungkin dalam prosesnya menimbulkan efek kepada penggunanya.
Menurut McLuhan, “The medium is the message”. Medium adalah pesan, Ia menolak pengaruh isi pesan. Menurutnya, yang mempengaruhi bukan apa yang disampaikan media, tetapi jenis media komunikasi yang dipergunakan, apakah inter personal, media cetak, atau televisi. (Gama, 2010)
Efek komunikasi massa dapat dilihat terhadap berbagai aspek, baik individu, masyarakat sosial, atupun budaya. Setiap aspek mempunyai efek atau dampak yang berbeda-beda baik positif ataupun negatif selama proses penerimaannya.
1.      Terhadap Individu
Menurut Steven A. Chafee, komunikasi massa memiliki efek terhadap individu, seperti :
a.       Efek ekonomis : menyediakan pekerjaan, menggerakkan ekonomi
b.      Efek sosial : menunjukkan status (contoh: terkadang seseorang dinilai dari media massa yang ia baca, seperi surat kabar Solopos memiliki pembaca berbeda dibandingkan dengan pembaca surat kabar Republika)
c.       Efek penjadwalan kegiatan (terkait pengaruh terhadap kebiasaan sehari-hari)
d.      Efek penyaluran / penghilang perasaan (media massa dapat menjadi sebuah sarana pelarian dari rasa penat dan stress)
e.       Efek perasaan terhadap jenis media(Rakhmat, 2001)
2.      Terhadap Masyarakat Sosial
Efek ini berkaitan erat dengan karakter yang dimiliki seseorang. Masyarakat akan menilai berdasarkan pembawaan, interaksi, serta cara berfikir seseorang sesuai dengan apa yang ditunjukkan oleh media. Media massa secara tidak langsung akan mengajak masyarakat untuk memberikan penilaian yang sama terhadap seseorang berdasarkan penilaian dari media massa itu sendiri atau mempengaruhi opini masyarakat dalam menilai suatu hal.
Sebagai contoh, kampanye-kampanye yang dilakukan lewat media massa mampu memberikan efek-efek penting terhadap perilaku dan sikap indivividu atau kelompok. Mendelshon menerangkan tiga proyek yang diikutinya dalam mengukur seberapa besar efek media massa terhadap perilaku dan sikap individu atau kelompok melalui kampanye-kampanye lewat media massa, salah satunya menyebutkan bahwa, kampanye lewat film pendek tentang kebiasaan minum-minuman keras dalam hubungannya dengan keselamatan mengemudi, mampu mengubah kebiasaan minum sebagian penontonnya sebanyak 3%.(Gama, 2010)
Efek yang lebih besar dapat dilihat dari aksi massa besar-besaran pada Bela Islam 411 dan 212 yang menuntut keadilan proses hokum terhadap kasus penistaan agama yang dilakukan oleh calon bupati Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disebut Ahok, yang sampai saat ini masih dibicarakan. Lautan massa yang memenuhi bundaran Hotel Indonesia (HI) sampai Monas ini dipicu oleh beredarnya video singkat melalui akun salah satu warga yang menayangkan pidato Ahok ketika melakukan kampanye di Kepulauan Seribu pada 27 September lalu.
3.      Terhadap Kebudayaan
Kerap kali hal yang ditampilkan dalam media, baik media cetak, media elektronik, maupun media digital akan berbeda bagi setiap kebudayaan yang dianut oleh masing-masing daerah. Misalnya saja mengenai kuliner. Ciri khas kuliner di masing-masing negara tentu berbeda, namun ketika media massa menayangkannya,, hal tersebut akan mempengaruhi selera makan dan minum di daerah lain.
Melvin De Flour pengembang teori norma-norma budaya (the cultural norms theory) menyebutkan bahwa media massa melalui penyajiannya yang selektif dan menekankan pada tema-tema tertentu mampu menciptakan impresi dikalangan audiensi, dimana norma-norma budaya umum mengenai topik-topik yang ditekankan, disusun dan diidentifikasikan dengan cara-cara tertentu. (Gama, 2010)
Menurut teorinya, media massa dalam menyampaikan informasi dengan cara-cara tertentu dapat menimbulkan kesan yang oleh khalayak disesuaikan dengan norma-norma dan nilai-nilai budayanya.
Efek media massa terhadap budaya suatu kelompok masyarakat bisa positif ataupun negatif. Efek positifnya bisa dilihat dari pesan-pesan budaya yang disampaikan media massa dapat memperkuat budaya yang ada, dengan memberikan lahan pada suatu budaya untuk berapresiasi sehingga budaya yang awalnya sudah mulai luntur menjadi hidup kembali. sebagai contoh, pertunjukan seni seperti wayang golek, wayang kulit, ataupun peragaan busana adat yang ditayangkan televisi terbukti telah memberi tempat untuk dapat diapresiasi masyarakat.
Selain itu, media massa menciptakan pola baru tetapi tidak menghilangkan esensi dari budaya itu sendiri, misalnya kain batik yang menjadi ciri khas atau julukan kota Pekalongan kini diperkenalkan melalui peragaan busana dengan model yang berbeda-beda tanpa merubah ciri khasnya.
Akan tetapi, seiring berjalannya waktu,efek negatif media massa pun sangat bisa dirasakan. Tontonan-tontonan televisi yang semakin merusak, informasi-informasi lewat media massa yang semakin tak bisa dibendung berakibat pada lunturnya budaya negeri yang ada. Di Indonesia sendiri, maraknya free sex (pergaulan bebas) dikalangan remaja bahkan anak-anak, budaya hedonis yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama dalam hidup, ideologi Pancasila yang sudah mulai luntur dengan ideologi-ideologi yang tak sejalan, dan masih banyak lagi efek negatif dari media massa terhadap budaya bangsa.
Paul Lazarfeld dan Robert K Merton mengemukakan empat sumber utama kekhawatiran masyarakat terhadap media massa, yaitu:
1.      Sifat media massa yang mampu hadir dimana saja (Ubiquity) serta kekuatannya yang potensial untuk memanipulasi dengan tujuan-tujuan tertentu.
2.      Dominasi kepentingan ekonomi dari pemilik modal untuk menguasai media massa sehingga dapat mengendalikan khalayak umum.
3.      Media massa dengan jangkauan yang besar dan luas dapat membawa khalayaknya pada cita rasa estetis dan standar budaya popular yang rendah.
4.      Media massa dapat menghilangkan jerih payah kesuksesan sosial para pembaharu di masa lalu.




















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa :
1.      Pengertian Komunikasi Massa  adalah pesan yang yang disampaikan oleh komunikator melalui media massa cetak ataupun elektronik dengan cepat dan diharapkan dapat mempengaruhi khalayak umum.
2.      Efek Komunikasi Massa meliputi tiga macam yaitu : terhadap individu,terhadap masyarakat social dan terhadap kebudayaan.
3.      Komunikasi massa yang identik dengan denga media massa modern sudah sangat popular di banyak lapisan masyarakat. Penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi sosial pun tak terbatas hanya sebagian kalangan. Sehingga, sangat mungkin dalam prosesnya dapat mempengaruhi terhadap individu, masyarakat  dan budaya.
B.     Saran
Demikian persembahan makalah dari penulis, penulis sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mempersembahkan yang terbaik, semoga  makalah ini bermanfaat bagi pembaca dalam memahami materi Efek Komunikasi Massa, sehingga akan lebih berhati- hati dan selektif dalam menerima dan menggunakan Komunikasi Massa.







DAFTAR PUSTAKA

 

Gama, B. (2010). Pengantar Ilmu Komunikasi. Surakarta: CV. Lintang Transmedia.
Nurudin. (2015). Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: Rajawali Pers.
Rakhmat, J. (2001). Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Setiaman, A. (2008, November). Teori Efek Komunikasi Massa dari Melvin De Fleur. Retrieved from Wordpress.com: https://agussetiaman.wordpress.com
UCEO. (2016, April). Komunikasi Massa dan Efek Komunikasi Massa. Retrieved from ciputrauceo.net: http://ciputrauceo.net
Wikipedia. (2016, September). Komunikasi Massa. Retrieved from wikipedia.org: https://id.m.wikipedia.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar